Berita Populer | Berita Terkini | Berita Politik | Berita Terbaru | Berita Dalam Negeri | Berita Luar Negeri

Fokus Berita- Ahok Bebas Resmi, Kini Jadi Perbincangan Dunia

Fokus Berita- Ahok Bebas Resmi, Kini Jadi Perbincangan Dunia

Fokus Berita-Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok resmi bebas hari ini. Kebebasannya kini menjadi sorotan serta menjadi perbincangan seluruh dunia.

Usai ditahan di Mako Brimob selama 1 tahun 8 bulan. Kini ia bebas tanpa syarat.

Media ternama Amerika Serikat, The New York Times misalnya memberitakan bebasnya Ahok dalam artikel berjudul “Governor Convicted of Blasphemy Freed From Indonesia Prison”.

Artikel yang ditulis oleh New york adalah Seorang politis Kristen Polarisasi yang komentar kampanyenya menuntut aksi protes yang terbesar di indonesia. Serta mayoritas nya Muslim dalam beberapa tahun lalu kini hari kamis telah bebas menjalani hukuman hampir 2 tahun lebih.

Sedangkan Media terkemuka Australia. ABC News juga mengangkat berita ini dala artikel berjudul “is the release of former jakarta governor ahok a political liability or an asset for joko widodo.

Mereka membuat artikel yang menyatakan bahwa pembebasan Ahok terjadi pdi saat masa sensitif dalam politik Indonesia, hanya tiga bulan menjelang pemilihan presiden.

“Apapun yang terjadi pada saat ini yang terhubung dengan politik agama atau Jokowi akan berdampak,” ujarnya kepada ABC.

Dalam artikel Lindsey menambahkan bahwa “tidak ada keraguan bahwa upaya akan dilakukan untuk mengubahnya menjadi masalah besar oleh lawan-lawan Jokowi”.

Fokus Berita- Ahok Bebas Resmi, Kini Jadi Perbincangan Dunia

Media South China Morning Post juga menulis kebebasan Ahok. Didalam artikelnya mengatakan rencana Ahok untuk menikahi perempuan bernama Puput Nasititi Devi, yang dulunya pengawal mantan istrinya.

Media ternama Sydney Morning Herald menggutip komentar dari Harsono seorang periset di Human Rights Watsh Indonesia. Yang menyebut bahwa Ahok tak akan mundur dari politik, Namun kembalinya tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Selain media yang diatas, ada juga yang meliput media terkemuka seperti As lainnya, Washington post. Serta media Singapure dan media ngetop inggris lainnya.

Namun, sorotan sampai ke dunia itu mendapat respons di nilai terlalu berlebihan. Menurut Pengamat Politik Ubedilah Badrun mengatakan, dunia Internasional tidak perlu mencampuri urusan penegekan hukum yang ada di indonesia.

Sebab, menyoroti kasus Ahok perlu melakukan riset mendalam dengan datang langsung ke Jakarta.