Berita Populer | Berita Terkini | Berita Politik | Berita Terbaru | Berita Dalam Negeri | Berita Luar Negeri

Peristiwa Terkini -Sebanyak 5 Daerah Ini Jual Beli Jabatan ke Bawahannya

Peristiwa Terkini -Sebanyak 5 Daerah Ini Jual Beli Jabatan ke Bawahannya

Peristiwa Terkini -Sebanyak 5 Daerah Ini Jual Beli Jabatan ke Bawahannya

Peristiwa Terkini– Layaknya seorang kepala daerah yang dipilih oleh rakyat, seorang kepala daerah harusnya patuh dan amanah. Bukan malah mengeruk keuntungan dengan posisi yang dijabatnya.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK sudah mengungkap praktik seperti ini beberapa kali. Namun, rupanya tidak menjadi contoh atau peringatan kepada para kepala daerah lainnya, meski tersiar luas melalui media massa.

Contoh nya dari praktik jual beli jabatan. Ini akan mengakibatkan efek pemerintahan yang korup. Sebab jabatan di atasnya akan mengeruk keuntungan dari jabatan di bawahnya dan terus berantai seperti itu.

Saat ini KPK tengah menangkap Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra. Ia tertangkap basah KPK saat tengah bertransaksi. Sekarung uang pecahan lima ribuan dan dua puluh ribuan disita komisi antirasuah tersebut.

Terakhir penyidik mendapati bahwa uang-uang tersebut diduga hasil jual beli jabatan. Dari kasus Cirebon, KPK mengidentifikasi dugaan adanya tarif-tarif yang berbeda untuk pengisian jabatan tertentu.

Febri Diansyah seornag juru bicara KPK mengatakan tarif uang dipasang Bupati Sunjaya tersebut berlaku relatif, tergantung strategis atau tidaknya jabatan serta tergantung tinggi rendahnya jabatan di Cirebon.

Tak sampai disitu, selain dari Sunjaya ada empat buapati atau kepala daerah ini terlibat praktik jual beli jabatan. Berikut keempatnya :

Peristiwa Terkini -Sebanyak 5 Daerah Ini Jual Beli Jabatan ke Bawahannya

 

1. Bupati Nganjuk, Jawa Timur

Bupati Nganjuk Taufiqurrahman menjadi tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan setelah terjaring OTT oleh tim KPK. Saat itu , ia tengah menerima uang suap dalam dua tas berwarna hita sebesar Rp 298 juta.

2. Bupati Jombang, Jawa Timur

KPK menetapkan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko terjerat kasus korupsi suap untuk menetapkan Inna Silistyowati sebagai kepala Dinas Kesehatan definitif.

Total yang diberikan kepada Nyono Suharli berjumlah Rp 275 juta.Pihaknya menyita uang Rp 25 juta dan 9.500 dolar AS dalam bentuk pecahan.

Majelis hakim menjatuhkan hukuman divonis penjara selama tiga tahun enam bulan dengan denda sebesar Rp 200 juta. Selain itu hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik selama tiga tahun terhitung setelah menjalani masa hukuman.

3. Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara

Bupati Rudi Erawan menjadi terdakwa kasus suap senilai Rp 6,3 miliar dari mantan Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary. Rudi mengabulkan keinginan Amran yang menginginkan agar dipindahkan kantor ke Kementerian Pekerjaan Umum Provinsi Maluku Utara.

Atas perbuatan yang dilakukan oleh Rudi terbukti telah melanggar Pasal 11 Undang-Undang, ia divonis pidana penjara 4 tahun 6 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta.

4. Bupati Cirebon, Jawa Barat

 

KPK menangkap Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra sebagai kasus dugaan suap jual beli jabatan senilai Rp 100 juta dari Sekretaris Dinas PUPR Gatot Rachmanto. Uang diberikan agar Sunjaya melantik Gatot dalam jabatan itu.

5. Bupati Klaten, Jawa Tengah

Bupati Klaten Sri Hartini tertangkap KPK akibat kasus penerimaan suap dan gratifikasi terkait promosi jabatan PNS Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 2,995 miliar.

Sri divonis 11 tahun penjara oleh Majelis hakim pengadilan tipikor Semarang.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *