Berita Populer | Berita Terkini | Berita Politik | Berita Terbaru | Berita Dalam Negeri | Berita Luar Negeri

Berita Terbaru Palu-Warga Meninggalkan Palu, Mencari Lembaran Baru

Berita Terbaru Palu-Warga Meninggalkan Palu, Mencari Lembaran Baru

Berita Terbaru Palu-Warga Meninggalkan Palu, Mencari Lembaran Baru

Berita Terbaru Palu– Sejumlah warga berbondong-bondong meninggalkan Kota Palu, mereka memilih mencari tempat serta mencari lembaran baru.

Cerita dari salah seorang warga bernama Dian Kemalasari menghadapi detik-detik bencana yang memilukan itu. Putra Dian yang berusia 2 tahun rewelnya dan menangis gelisah tak karuan.

Saat anak pertamanya itu minta dibelikkan biskuit, padahal makan sore hampir lewat. Ia mengatakan”anak saya biasa nya anteng, tapi hari itu rewel minta belikan biskuit.”.

Tapi belakangan itu ia bersukur karena mungkin itu cara dia menyelamatkan mamanya. Sebab kalau tidak keluar rumah, mungkin sudah terkubur.

Dian adalah salah satu penduduk Kelurahan Petobo,Palu Selatan yang terkena dampak gempa besar yang melanda Palu dan Donggala pada  September 2018. Kedua anaknya beserta seoarang asisten rumah tangga (ART) selamat.

Sedangkan sang suami tengah bertugas ke Polewali Mandar Sulawesi Barat, saat gempa terjadi. Namun rumahyang mereka tempati kini tinggal kenangan. RUmah itu tersedot lumpur yang menelan sebagian Petobo pasca gempa petang itu.

Sontak ia kembali mengingat detik-detik bencana yang memilukan itu. Saat itu Dian dan kedua anaknya sedang memilih-milih biskuit disebuah supermarket yang berjarak 1Km dari rumahnya.

Berita Terbaru Palu-Warga Meninggalkan Palu, Mencari Lembaran Baru

Tiba-tiba guncanagan heba terjadi, serta etalase dan barang dagangan berjatuhan dan dinding kacar ambyar. Serta langit-langit bangunan runtuh.

Saat itu juga dian langsung memeluk erat anaknya, lalu menggendong si bungsu keluar minimarket.Sedangkan si sulung digendong oleh ART. Namun keadaan di luar minimarket lebih mengerikan.

Saat keluar dari minimarket ia melihat bangunan sudah rata dengan tanah. Orang-orang pada berhamburan, dian pun berlari ketempat yang lebih tinggi akan tetapi justru orang-orang berlarian ke bawah dan berterak ada tsunami.

Akibatnya waktu dia lihat itu bukan air, tapi aspal yang seperti gelombong tinggi. sekitar 10 meter seperti tiang listrik tingginya.

Jalanan menuju kompleks perumahan dian tak terbentuk lagi. Saat itu juga ia memutuskan untuk mencari lokasi yang aman, namun ternyata keluar dari Petobo tidak lah mudah.

Ia harus merayap diatap-atap rumah yang terbenam lumpur disaat gelapnya malam karena terputusnya aliran listrik membuat Dian beberapa kali menubruk reruntuhan bangunan.

“Saya merasa sudah jalan berkilo-kilometer, tapi ternyata hanya berputar-putar saja disekitar situ.,” katanya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *