Berita Populer | Berita Terkini | Berita Politik | Berita Terbaru | Berita Dalam Negeri | Berita Luar Negeri

Berita Daerah Terkini-Warga Aceh Mengajukan Gugatan ganti Rugi Tanah

Berita Daerah Terkini-Warga Aceh Mengajukan Gugatan ganti Rugi Tanah

Berita Daerah Terkini-Warga Aceh Mengajukan Gugatan ganti Rugi Tanah

Berita Daerah Terkini– Dari 23 warga empat desa di Aceh Besar, mengajukan gugatan keberatan ganti rugi tanah terkait pembangunan jalan tol ke Pengadilan Negeri(PN) Jantho. Warga tidak terima tanah mereka dibayar murah, yaitu dari Rp 12ribu hingga rp 45 ribuan per meter.

Pendaftaran permohonan keberatan itu dilakukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh. Dalam perkaran tersebut, warga menggugat Kepala BPN Provinsi Aceh selaku Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah.

Warga selaku pemilik tanah untuk pembangunan ruas jalan tol Banda Aceh-Sigli itu terletak di empat desa dari dua kecamatan di Aceh Besar. Dalam proses ganti rugi, masyarakat keberatan dengan harga yang ditetapkan terhadap tanah yang di pakai untuk jalan tersebut.

Wahyu Pratama, Kelapa Divisi bantuan hukum LBH Banda Aceh mengatakan”dalam mekanisme hukum yang berlaku, setiap orang diberi hak untuk mengajukan keberatan ke Pengadilan Negeri apabila terdapapat keberatan terhadap penilaian ganti kerugian tanah yang ditetapkan”.

Para permohonan telah didaftarkan di Pengadilan Negeri(PN) Jantho, dan 11 berkas lagi didaftarkan pada Jumat 5 Oktober 2018. Nama 23 warga yang menjadi pemegang hak atas objek pengadaan tanah.

Persoalan terkait ganti rugi tanah ini mengemuka sejak dilaksanakan pertemuan pada 29 hingga 30 Agustus 2018 lalu. Dalam pertemuan tersebut, warga seharusnya mendapatkan kejelasan terkait dengan harga dan indikator penilaian yang jelas.

Dalam pertemuan itu justru yang terjadi adalah panitia pengadaaan tanah  menyerahkan resume penilaian yang berisi jumlah nilai ganti kerugian untuk tanah.

Berita Daerah Terkini-Warga Aceh Mengajukan Gugatan ganti Rugi Tanah

Dari masing -masing yang telah diisi secara sepihak oleh panitia. Mereka dipanggil satu persatu untuk diperlihatkan resume penilaian tanpa diberikan salinannya.

Masyarakat juga diminta menandatangani tanda terima resume penilaian yang diberikan panitia, lalu dipersilahkan pulang.

Pada awal September 2018 lalu, warga sudah membuat pengaduan ke anggota DPR Aceh dan menggelar pertemuan di Gedung DPR Aceh.

Berselang beberapa hari kemudian, yaitu pada 17 September, dalam pertemuan yang berlangsung di UDKP Kantor Camat Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besa.

Warga diminta untuk membubuhkan tanda tangan terkait setuju atau tidak setuju pada Formulir yang sudah disediakan panitia pelaksana. Masyarakat saat itu tidak diberi ruang mendapatkan informasi yang terbuka, transparan dan konpherensif.

Sehingga beberapa waktu lalu sejumlah masyarakat dari beberapa desa di Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh mendatangi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk menyampaikan harga tanah mereka dibeli sangat murah.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *