Berita Populer | Berita Terkini | Berita Politik | Berita Terbaru | Berita Dalam Negeri | Berita Luar Negeri

Berita Politik Kasus Suap - KPK Tangkap Pengadilan Negeri Medan

Berita Politik Kasus Suap – KPK Tangkap Pengadilan Negeri Medan

Berita Politik Kasus Suap – KPK Tangkap Pengadilan Negeri Medan

Berita Politik Kasus Suap – Tim Penyidik KPK menggeledah sejumlah ruangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Setelah melakukan pemeriksaan, KPK menetapkan empat tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Lokasi pertama yang digeledah adalah rumah hakim Merry Purba pada Rabu (29/8), dan kedua pengadilan Negeri Medan.

Perkara ini berawal dari OTT KPK di Medan pada Selasa (28/8). Saat itu ada delapan yang diamankan KPK, termasuk empat hakim, yakni Ketua PN Medan Marsudin Nainggolan, Wakil Ketua PN Medan Wahyu Prasetyo Wibowo, hakim PN Medan Sontan Merauke, dan hakim ad hoc Tipikor Medan Merry Purba.

Mereka Merry Purba dan panitera pengganti Helpandi sebagai tersangka yang diduga menerima suap. Sedangkan tersangka pemberi ialah pengusaha Tamin Sukardi dan orang kepercayaannya, Hadi Setiawan. Saat ini penyidik KPK meminta salinan berkas putusan perkara denga terdakwa Tamin Sukardi.

Suap dengan total duit SGD 280 ribu ini terkait dengan vonis Tamin Sukardi di PN Medan, serta kasus Tamin di PN Medan disidangkan oleh Merry Purba.

Berita Politik Kasus Suap – KPK Tangkap Pengadilan Negeri Medan

Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, hanya Merry yang dijerat KPK sebagai tersangka. Merry duduk sebagai hakim anggota bersama Sontan dengan ketua majelis hakim Wahyu. Tamin diduga memberikan sekitar RP 3 miliar ke Merry untuk mempengaruhi putusan perkaranya.

Sedangkan Merry Purba, mengaku tak pernah menerima suap duit terkait perkara yang ditanganinya. Dia mengaku dijebak hingga menjadi tersangka kasus dugaan suap dari Pengusaha Tamin. Ia mengatakan bukan pemain dan tidak tahu apa ini semua sampai ada uang sebanyak itu.

Dia tidak tahu soal uang yang disebutkan ditemukan di meja. Jika ada katanya keberadaan uang di mejanya, meja itu selalu terbuka dan tidak pernah tertutup. Kalau ingin jujur, ia memohon kepada penyidik KPK dengan segala kerendahan hati, diselidiki CCTV siapa-siapa yang masuk ke ruangannya.

Merry menjelaskan soal keberadaan mobilnya pada 25 Agustus 2018, yang dipertanyakan oleh penyidik KPK. Menurut Merry mobil itu sedang dipinjam oleh keluarganya. Dia merasa dikorbankan dalam kasus ini, juga sama sekali tidak tahu dugaan suap tersebut.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *