Berita Populer | Berita Terkini | Berita Politik | Berita Terbaru | Berita Dalam Negeri | Berita Luar Negeri

Berita Kurs Terbaru- Kini Dolar Tembus 14.960, Jokowi Rapat Bahas Rupiah

Berita Kurs Terbaru- Kini Dolar Tembus 14.960, Jokowi Rapat Bahas Rupiah

Berita Kurs Terbaru- Kini Dolar Tembus 14.960, Jokowi Rapat Bahas Rupiah

Berita Kurs Terbaru – Kini nilai tukar dolar tembus hingga 14.960 dan terus mengalami tekanan, hingga Presiden Joko Widodo mengelar rapat bersama beberapa menteri ekonomi.

Gubernur Bank Indonesia (BI), dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Istana membahas materi tentang pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Selesai rapat, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan apa saja dibahas semalam 2 jam.

Pembahasan terakhir mengenai perkembangan seperti apa kurs kuotasinya yang tidak baik akhir-akhir ini. Darmin menambahkan, dalam rapat internal bersama orang nomor satu di Indonesia juga sempat bahas masalah teknis yang terjadi di lapangan.

Selain pembahasan tersebut,, intinya yaitu merinci lebih lanjut untuk langkah-langkah yang tadinya dianggap kurang konkret. Presiden ingin supaya kebijakan dan langkah-langkah betul konkret.

Pemerintah juga akan menerbitkan aturan baru yang akan membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menguat dan stabil, melalui kinerja ekspor. Sehingga nanti bisa memprediksi seperti apa perkembangan sebulan ke depan.

Rentang pelemahan rupiah saat ini pun berbeda dengan yang terjadi pada saat krisis moneter (krismon) 1998, pelemahan nilai tukar rupiah 732,5% dari Rp. 2000 menjadi Rp 16.650.

Ekonomi Permata Bank Josua Pardede menjelaskan nilai tukar rupiah cenderung melemah. Karena mengikuti pelemahan sebagian besar negara berkembang.

Berita Kurs Terbaru- Kini Dolar Tembus 14.960, Jokowi Rapat Bahas Rupiah

Sentimen negatif pada mata uang negara berkembang dipengaruhi oleh krisis mata uang Turki dan Argentina. Tekanan ini merambat ke negera berkembang dan menimbulkan ke khawatiran para pelaku pasar global.

Kondisi ini di perparah oleh rencana kenaikan Fed rate pada akhir September ini, juga menghindari resiko dengan memberli aset berdenominasi dolar.

Sementara itu dari dalam negeri kinerja perdagangan kurang optimal. Neraca perdagangan terus mengalami defisit. Hal ini berimbas juga pada defisit transaksi berjalan yang menembus 3% pada kuartal II 2018.

Dalam arti pelemhana rupiah diproyek akan berlanjut hingga tahun depan dan menembus batas 15.000 pada akhir tahun 2018. Tahun 2019 harus tetap waspada dalam kebijakan bunga acuan Fed yang akan naik 3 kali bisa memicu pelemahan kurs lebih dalam.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *