Berita Populer | Berita Terkini | Berita Politik | Berita Terbaru | Berita Dalam Negeri | Berita Luar Negeri

Berita Kesehatan Terkini - Bocah Tak bisa Jalan Setelah Imunisasi

Berita Kesehatan Terkini – Bocah Tak bisa Jalan Setelah Imunisasi

Berita Kesehatan Terkini – Bocah Tak bisa Jalan Setelah Imunisasi

Berita Kesehatan Terkini–  Diduga tidak bisa berjalan setelah ikut di suntik Imunisasi Measles Rubella (MR) di sekolahnya. Nurfauziah Larasati (9), kelas III Sekolah Dasar Negeri 37, Kampung Opas, hanya bisa terbaring lemas ditempat ditidur.

Ayah Laras, Abdul Halim menjelaskan awal kondisi anaknya yang sehat dan tidak sakit , setelah disuntik imunisasi laras tak bisa berjalan.  Awal nya laras yang ingin disuntik imunisasi ,meminta izin pada ayahnya. Karena itu adalah program dari pemerintah , pastinya bagus dan diizinkan. Dari sekian 32 siswa-siswi yang  disuntik hanyalah tujuh orang, termasuk laras.

Abdul mengatakan selalu mengontrol anaknya usai suntik. Bintik-bintik yang timbul pada kakinya muncul satu hingga lima hari usai suntik imunisasi baru kemudian putrinya itu tak bisa berjalan. Meskipun baru timbul bintik-bintik, laras masih tetap bersekolah. Ia khawatir anaknya tak bisa berjalan seperti peristiwa serupa pada anak-anak di Bangka Belitung, khususnya Pangkalpinang.  Ia berharap ada penjelasan dari pihak sekolah kenapa anaknya bisa seperti itu, karena belum jelas betul apakah Laras tidak bisa berjalan karena suntuk imunisasi MR atau bukan.

Berita Kesehatan Terkini – Bocah Tak bisa Jalan Setelah Imunisasi

Selama dua hari laras dirawat dirumah, pada akhir nya laras dibawa ke Rumah Sakit Umum Depati Hamzah untuk perawatan lebih lanjut. Sebelumnya pihak sekolah dan guru datang kerumah lebih awal untuk melihat keadaaan putri adbul, sebelum dirujuk orang dinas dan provinsi langsung dibawa menggunakan ambulans.

Setelah dibawa kerumah sakit dan di periksa dokter juga diambil darah serta air kencing, sebagai sampel atas penyakit yang diderita Laras sehingga tidak bisa berjalan, belum diketahui penyebab pastinya. Ia menambahkan seorang dokter harus bisa menjelaskan secara detail soal penyakit yang diderita pasiennya. Dan dengan bahasa yang mudah dipahami dan tidak mengguankan istilah kedokteran.

Selesai diperiksa, dokter mengklaim penyakit yang diderita bukan akibat vaksin MR. Dr Helfiani menjelaskan bahwa penyakit atau gejala yang diderita pasien bukan karena imunisasi MR melainkan karena ada nya infeksi virus atau bakteri sebelum terjadinya penyuntikan imunisasi.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *