Berita Populer | Berita Terkini | Berita Politik | Berita Terbaru | Berita Dalam Negeri | Berita Luar Negeri

Berita Terkini - Tembus 14.744 Dolar As, Rupiah Melemah

Berita Terkini – Tembus 14.744 Dolar As, Rupiah Melemah

Berita Terkini – Tembus 14.744 Dolar As, Rupiah Melemah

Berita Terkini – Dolar Amerika Serikat (AS) naik dan menembus angka Rp 14.744, juga membuat rupiah melemah. Akan tetapi level itu merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir namun masih kalah dari rekor Rp 14.855 tahun 2015 lalu.

Kepala Ekonomi Bank Mandiri Anton Gunawan meyakini dolar tidak akan semakin parah hingga capai Rp15.000 per dolar AS. Ia menyampaikan, pelemahan tukar rupiah di pengaruhi oleh sentimen pasar keuangan ekonomi di Amerika Serikat. Perbaikan ekonomi yang stabil tumbuh di atas lima persen.

Menurut Anton, pelemahan rupiah akan terjadi bilamana kondisi domestik Indonesia mengalami perubahan signifikan, kecenderungan rupiah akan menguat masih terbuka lebar. Sebab melihat dolar akan kembali melemah karena penguatan data-data perekonomian dinilai terlalu dipaksakan. Meski demikian, penguatan nilai tukar rupiah diperkirakannya tidak sampai ke level yang tertinggi.

Berita Terkini – Tembus 14.744 Dolar As, Rupiah Melemah

Tak hanya menurut Anton Gunawan,  Pendapat Fadli Zon pun menyebut hal itu menunjukkan peringatan bahaya. Fadli berharap pada pemerintah agar selalu memperhatikan kondisi rupiah melemah serta tak menganggap enteng.

“kebanyakan swasta-swasta yang meminjam anggaran dan utang kemudian jatuh tempo tak bisa bayar karena beratnya kurs, seperti itu juga utang pemerintah dan saya kira ini sangat berbahaya,” tutur Fadli Zon.

Rupiah menjadi salah satu mata uang Asia berkinerja paling buruk di tahun 2018 ini. Disaat masalah dagang global dan ekspektasi kenaikan suku bunga AS membebani pasar berkembang.

Buruknya pelemahan nilai rupiah pada dasarnya dilihat berdasarkan periode yang sama dengan level yang terjadi di negara-negara lain secara year to date. Sebab, pelemahan rupiah pada hari ini terbilang moderat jika di bandingkan dengan negara-negara lain. Bahkan jika dibandingkan dengan Yuan China itu kan yang ekonominya relatif kuat, tapi mereka melemah juga 8,8 persen.

Sebab lemahnya rupiah yang terjadi hari ini memang bukan akibat persepsi negatif pelaku pasar terhadap kondisi domestik Indonesia, melainkan masi dipicu oleh normalisasi kebijakan bank Bank Sentral Amerika Serikat.

OLeh sebab itu, agar pelemahan ini bisa cepat diselesaikan, pemerintah harus  melakukan beberapa langkah kebijakan khusus dalam mendorong masuknya devisa hasil ekspor ke dalam negeri.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *