Berita Populer | Berita Terkini | Berita Politik | Berita Terbaru | Berita Dalam Negeri | Berita Luar Negeri

Berita Dalam Negeri Terbaru- Keluarga Tak Terima Pollycarpus Bebas Murni

Berita Dalam Negeri Terbaru- Keluarga Tak Terima Pollycarpus Bebas Murni

Berita Dalam Negeri Terbaru- Keluarga Tak Terima Pollycarpus Bebas Murni

Berita Dalam Negeri – Pihak keluarga masih tidak terima Pollycarpus bebas murni dari tahanan. Mengenang 10 Tahun Munir, seseorang Aktifis HAM yang pernah menangani kasus pelanggaan Hak Asasi Manusia. Setelah kematiannya ia menjadi simbol perjuangan hak asasi manusia, tembok diberbagai kota menghiasi kisah hidupnya.

Kasus Pollycarpus Budihara Priyanto terpidana pembunuhan pegiat hak asasi manusia yaitu Munir Said Thalib bebas murni dari hukuman 14 tahun penjara. Istri dari Munir, Suciwati menganggap Pollycarpus tak layak bebas lebih cepat dari masa pidana. Masa tahanan Pollycarpus dari 14 tahun menjadi 8 tahun. Selama di penjara ia mendapat beragam remisi atau potongan masa pemidanaan.

Pollycarpus menerima status bebas murni setelah lebih dulu keluar dari penjara dengan bebas bersayart pada 2014. Pollycarpus memenuhi pembesaan syarat karena menjalankan wajib lapor selama enam bulan.

Berita Dalam Negeri Terbaru- Keluarga Tak Terima Pollycarpus Bebas Murni

Budiana Kepala Seksi Bimbingan Kilen Dewasa Balai Pemasyarakatan Kelas 1 Bandung menyatakan ia juga lolos dua indikator pembebasan murni, tidak meresahkan masyarakat serta berinteraksi kembali dengan keluarga yang baik. Ditambah lagi Kementerian Hukum dan HAM tak berhak mencampuri materi kasus pidana.

Menurut Suciwati, Pemerintah tidak seharusnya mengumbar remisi kepada penjahat teroganisir. Selama ini kasus pembunuhan Munir di pantai dunia internasional dan enteng dalam penegekkan HAM di Indonesia. Ia juga banyak bertanda tanya sejak mendapatkan remisi kebebasan bersyarat.

Sementara ia masih mendesak pemerintah untuk mempublikasikan temuan tim pencari fakta kasus pembunuhan suaminya. Kementerian Sekretariat Negara selama ini mengklaim dokumen tersebut hilang. Akan tetapi menurut Mahkamah Agung memperluat keputusan dengan menolak untuk orang hilang dan tindak kekerasan.

Munir Said Thalib meninggal pada tanggal 7 September  2004 di dalam pesawat Garuda Indonesia  tujuan Amsterdam,Belanda. Beliau meninggal setelah menengak senyawa arsenikum yang dicampur ke dalam minumannya. Sampai sekarang  yang mencampurkan racun ke minumnya.

Dalam 10 tahun terakhir,kasus Munir belum ada kepastian hukum.Meskipun pada tanggal 20 Desember  2005  Pollycarpus Budihari Priyanto (seorang pilot Garuda yang sedang cuti dan satu pesawat bersama Munir) dijatuhi vonis 14 tahun karena keterlibatannya dalam pembunuhan Munir. Pada 19 Juni 2008, Mayjen (purn) Muchdi Pr (seorang sahabat dekat Prabowo Subianto) ditangkap dengan dugaan kuat bahwa dia adalah otak pembunuhan Munir.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *